Geokimia Proses Sedimen

Karena porositas dan permeabilitas yang sangat tinggi, batuan sedimen telah menjadi sumber utama air, minyak bumi, dll. Batuan sedimen terbentuk di permukaan bumi dan pada kondisi tekanan dan suhu rendah. Sedimen yang lapuk akan diubah menjadi batuan sedimen melalui berbagai proses. Selama proses pengendapan, beberapa struktur menarik akan berkembang di dalamnya seperti perlapisan silang, perlapisan bergradasi, dll.

Pelapukan, erosi, transportasi, pengendapan, dan diagenesis, adalah proses utama yang terlibat dalam pembentukan jenis batuan ini. Batuan ini dapat terbentuk dari batuan beku, metamorf dan sedimen itu sendiri.

Disintegrasi mekanis dan dekomposisi dikenal sebagai pelapukan. Intensitas disintegrasi dan dekomposisi tergantung pada berbagai faktor seperti lingkungan, jenis batuan, organisme, kimia lokal, dll. Pengaruh gravitasi juga perlu diperhatikan. Air, angin, gletser, dll adalah agen pelapukan utama. Pelapukan mempengaruhi batuan insitu, yaitu tidak ada transportasi yang terlibat. Jika ada transportasi, jenis pelapukan seperti itu dikenal sebagai erosi. Dekomposisi melibatkan transformasi komposisi kimia batuan. Hal ini terjadi ketika batuan yang terpapar bereaksi dengan beberapa jenis bahan kimia. Tergantung pada variasi faktor lingkungan, dan juga jenis batuan, di permukaan bumi, reaksi kimianya bervariasi. Dekomposisi batuan feldspar akan menyebabkan terbentuknya beberapa jenis mineral lempung.

Karena air merupakan agen pelapukan utama, maka perlu diketahui berbagai jenis air untuk mempelajari geokimia batuan sedimen. Air hujan, air sungai, air laut, air tanah, dll adalah jenis air utama yang terlibat dalam pembentukan batuan sedimen. Tergantung pada komposisi air, beberapa jenis batuan akan terbentuk. Misalnya, kandungan total padatan terlarut dalam air hujan sangat rendah jika dibandingkan dengan jenis air lainnya. Kandungan total padatan terlarut sangat tinggi di dalam air laut, sehingga air laut sangat mendukung kehidupan berbagai organisme. Demikian pula, air permukaan memang mengandung bahan kimia yang dilepaskan dari pertambangan, industri, aktivitas manusia, dll. Dengan demikian, kimia air permukaan bergantung pada faktor sosial, ekonomi, budaya, politik, dll. Namun, air hujan memang membawa beberapa polutan bersamanya ke permukaan. Misalnya belerang yang ada di udara, bercampur dengan air hujan. Polutan tersebut bahkan akan masuk atau meresap ke dalam tanah, dan mencemari perairan di sana.

Baca :  Pengisi Daya Baterai 4 Tahap Dijelaskan

Partikel yang lapuk dikenal sebagai sedimen. Sedimen tersebut akan diangkut oleh air, angin, gletser, dll. Ukuran dan bentuk fragmen bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti komposisi kimia sedimen, iklim, durasi transportasi, dll. Pengendapan sedimen terjadi setelah transportasi selama jutaan tahun. Diagenesis adalah proses pengubahan sedimen menjadi batuan sedimen.

Leave a Comment