Kampung Kasepuhan Ciptagelar

Kampung Kasepuhan Ciptagelar @aldofrdnsyh

Kampung Adat Ciptagelar adalah kampung adat – wisata yang memiliki ciri khas dalam lokasi serta bentuk rumah yang masih dipegang kuat oleh masyarakatnya. Masyarakat yang tinggal di Kampung Ciptagelar biasa disebut masyarakat kasepuhan.

Kampung Kasepuhan Ciptagelar @aldofrdnsyh
Indahnya Kampung Kasepuhan Ciptagelar | Sumber : @aldofrdnsyh

Di era tahun 1960-an, Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar memiliki nama khusus yang dianggap sebagai nama asli masyarakat tersebut, yaitu Perbu. Nama Perbu selanjutnya hilang dan berganti menjadi kasepuhan.

Letak Geografis Kasepuhan Ciptagelar Village

Letak geografis Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar ada di atas ketinggian 1050 meter diatas permukaan taut. Udaranya sejuk dan cenderung dingin dengan suhu 20° C sampai 26° C dan suhu rata-rata setiap tahun sekitar 25° C.

Kampung Ciptagelar dikelilingi oleh gunung-gunung, yaitu Gunung Surandil, Gunung Karancang serta Gunung Kendeng.

Baca juga :

Penduduk Desa Ciptagelar

Penduduk Kasepuhan atau Iebih tepat jika disebut warga kasepuhan bisa dikelompokkan menjadi dua bagian. Kelompok pertama adalah jiwa jero dan kelompok kedua adalah jiwa luar.

Yang dimaksud jiwa jero adalah warga kasepuhan yang mempunyai pertalian darah dengan Abah Anom meski pertaliannya sudah sangat jauh serta sangat rumit untuk ditelusuri.

Warga jiwa jero bertempat tinggal di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar serta kampung-kampung lainnya dengan mengikuti semua tradisi kasepuhan secara utuh.

Kelompok kedua yaitu jiwa luar adalah mereka yang statusnya warga kasepuhan sebagai warga simpatisan atau pengikut kasepuhan. Pada umumnya, warga jiwa luar ada di luar kasepuhan Ciptagelar dan juga tidak melakukan tradisi secara penuh tapi tetap mengakui kasepuhan serta sering meminta bantuan spiritual kepada sesepuh girang (Abah Anom) disana.

Kampung Kasepuhan Ciptagelar @rullydarmawand
Penduduk Kampung Kasepuhan Ciptagelar | Sumber : @rullydarmawand

Warga Kasepuhan Ciptagelar tidak terlalu menutup diri dari dunia luar, terbukti dengan adanya listrik dan alat-alat elektronik. Alat-alat elektronik yang dipunyai warga Kasepuhan Ciptagelar contohnya radio, radio tape dan televisi.

Di rumah sesepuh girang terdapat alat elektronik radio tape dan juga televisi, bahkan khusus untuk sesepuh girang memiliki pesawat telepon dan kendaraan Jeep.

Uniknya Rumah Di Desa Ciptagelar Sukabumi

Kampung Kasepuhan Ciptagelar @ilovesukabumi
Rumah di Kampung Adat Ciptagelar | Sumber : @ilovesukabumi

Rumah-rumah warga Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar menunjukkan kesamaan dengan pola arsitektur rumah Sunda pada umumnya. Adapun bahan-bahan yang dipakai cenderung memakai material yang terdapat di sekitar pemukiman, contohnya dinding bilik, rangka kayu serta atap dari ijuk, rumbia atau tepus.

Jenis rumah mereka adalah rumah panggung yang mempunyai kolong setinggi 60 sentimeter. Kolong tersebut biasanya ditutup dengan papan. Adapun bentuk rumahnya seperti persegi panjang dengan suhunan panjang  dan suhunan jure yaitu berbentuk atap perisai yang memanjang.

Material atap yang banyak dipakai contohnya daun tepus, rumbia ataupun ijuk. Tapi banyak juga warga yang mengganti atapnya dengan memakai seng karena harga seng lebih murah jika dibandingkan dengan harga daun tepus.

Lagi pula, seng lebih tahan lama jika dibandingkan dengan daun tepus yang harus diganti setiap 4 tahun sekali.

Dimana Lokasi Kampung Adat Ciptagelar?

Secara administratif, Kampung Ciptagelar ada di wilayah Kampung Sukamulya, Desa Sirnaresmi, Kec. Cisolok, Kab. Sukabumi. Jarak Kampung Ciptagelar dari Desa Sirnaresmi berjarak 14 Km, dari kecamatan 27 Km, dari Kabupaten Sukabumi 103 Km dan dari Bandung 203 Km arah Barat.

Klik maps di bawah ini untuk melakukan navigasi langsung ke lokasi tempat wisata.

Cara Menuju Desa Ciptagelar Sukabumi

Kampung Adat Ciptagelar bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat dan roda dua. Jenis kendaraan roda empat harus memiliki persyaratan khusus, yaitu mempunyai ketinggian badan yang cukup tinggi di atas tanah dan juga dalam kondisi prima.

Untuk mencapai lokasi tujuan, ada beberapa macam pilihan jalur jalan yang bisa ditempuh. Pilihan pertama : Sukabumi – Pelabuhanratu. Pelabuhanratu – Cisolok kemudian berhenti di Desa Cileungsing. Dari Desa Cileungsing ke Desa Sirnarasa selanjutnya berhenti di Kampung Pangguyangan.

Di Kampung Pangguyangan kendaraan roda empat diparkir dan selanjutnya dari kampung ini ke Kampung Ciptagelar harus ditempuh dengan berjalan kaki atau naik ojeg. Catatan dalam perjalanan ini, melalui jalur ini kendaraan pribadi hanya bisa sampai di Kampung Pangguyangan karena kondisi jalan yang berat.

Pilihan jalur kedua adalah lewat Desa Sirnaresmi. Melalui jalur ini seseorang bisa langsung sampai ke Kampung Ciptagelar. Hal ini disebabkan kondisi jalan yang relatif baik jika dibandingkan dengan jalur lewat Kampung Pangguyangan.

Tentu saja kendaraan yang prima serta keterampilan pengendara yang lihai adalah prioritas utama, karena kondisi jalan yang berbatu, tikungan tajam serta jurang yang dalam.

Jalur pilihan lainnya melalui Pelabuhanratu ke Cisolok dan selanjutnya berhenti di Kampung Cimaja. Dari Desa Cimaja ke Desa Cicadas bisa mengambil kendaraan umum jurusan Cikotok kemudian berhenti di kantor Desa Sirnaresmi. Dari kantor Desa Sirnaresmi ke Kampung Ciptagelar bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Jam Buka Desa Kasepuhan Ciptagelar

Setiap hari, dari pukul 09.00-19.00 WIB.

Video Explore Desa Ciptagelar

Untuk melihat bagaimana pesona dari Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar, anda dapat videonya di bawah ini.

Credit : Watchdoc Image


Tertarik untuk mengunjungi desa wisata unik satu ini?

 

Pesona Bukit Watu Dodol Banyuwangi

bukit watu dodol banyuwangi

Pesona Bukit Watu Dodol Banyuwangi – Berfoto selfie sekarang seperti sudah menjadi tren di kalangan anak muda saat ini. Ini tidak lepas dengan makin eksisnya berbagai macam media sosial dalam kehidupan kita. Setiap terdapat lokasi yang eksotis, maka kita akan segera datang menuju ke tempat tersebut.

bukit watu dodol banyuwangi
Bukit Watu Dodol Banyuwangi | Sumber : Banyuwangibagus.com

Berburu lokasi yang eksotis bisa menjadi kebiasaan baru yang sangat mengasyikkan. Sebuah tempat yang tadinya tidak dikenal luas oleh masyarakat, mendadak menjadi booming karena foto-foto selfie yang diunggah di berbagai macam media sosial.

Seperti daerah lainnya, Banyuwangi juga mempunyai banyak tempat yang menarik untuk diekspos ke masyarakat. Salah satu diantaranya yang sedang naik daun adalah Bukit Watu Dodol. Lokasi bukit ini ada di lokasi sama persis dengan Watu Dodol.

Watu Dodol sendiri adalah bongkahan batu raksasa yang berdiri di tengah jalan poros Banyuwangi sampai ke Situbondo dan berjarak hanya sekitar 2 km dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Keberadaan batu besar yang ada di tengah jalan ini seharusnya bisa mengganggu kelancaran lalu lintas, tapi kenyataannya justru batu ini bisa menjadi ciri khas dan juga daya tarik wisata pantai Watu Dodol yang ada di sisi selatan jalan raya Banyuwangi ke Situbondo. Apalagi terdapat cerita misteri yang dikandungnya.

Pantai Watu Dodol dengan ikonnya berupa patung penari Gandrung seakan menjadi tanda jika sedang memasuki Kabupaten Banyuwangi  dari utara, seperti halnya patung penari Gandrung yang ada di pegunungan Gumitir yang akan Anda lihat ketika Anda memasuki Banyuwangi dari Jember.

Di seberang Pantai Watu Dodol terdapat sebuah bukit yang sekarang tengah dikembangkan menjadi salah satu lokasi wisata baru yang dapat memperkuat potensi wisata di Pantai Watu Dodol.

Untuk mencapai bukit tersebut pengunjung hanya tinggal menyeberang jalan menuju ke arah bukit yang berada pas di seberang pantai Watu Dodol. Jaraknya mungkin hanya sekitar 300 meter dan melewati jalan setapak yang mendaki. Untuk memasuki Bukit Watu Dodol ini, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk seharga Rp 2000 dan juga ongkos parkir.

Bukit Watu Dodol yang ada di kawasan hutan Perum Perhutani KPH Banyuwangi Utara ini sebenarnya sudah lama dikenal. Tapi karena selama ini kurang mendapat perhatian dari masyarakat, minat orang untuk mengunjunginya masih sangat kurang.

Sesudah dilakukan pembenahan disana sini, spotnya menjadi lebih menarik lagi, apalagi dengan ditempatkannya bangku serta meja kayu kepada pengunjung untuk bisa menikmati panorama Selat Bali, mendadak popularitas Bukit Watu Dodol langsung meningkat.

Hasilnya, semakin banyak masyarakat atau wisatawan yang tergoda untuk mengunjunginya. Terlebih sesudah foto-foto selfie di Bukit Watu Dodol banyak muncul di media sosial. Efek viral pun tidak terbendung lagi.

Pesona Bukit Watu Dodol Banyuwangi

Dari Bukit Watu Dodol ini akan terlihat pemandangan yang sangat eksotis berlatar belakang laut Selat Bali yang berwarna kebiruan.

Pengunjung bisa melihat patung Gandrung di kejauhan, kemudian lalu lalang kapal ferri, menikmati sang mentari terbit ataupun terbenam yang sama-sama indahnya dan tentu saja yang tidak boleh dilewatkan adalah berselfie ria. Sendiri, berdua atau dengan teman-teman pasti sama-sama asyiknya.

Pengunjung Bukit Watu Dodol diharapkan dapat menjaga kebersihan dan juga ketertiban selama berada di lokasi. Pasalnya, di bukit tersebut juga ada petilasan yang dipercaya sebagai makam dari Syeikh Maulana Ishak yang sengaja datang ke pulau Jawa untuk menyebarkan agama Islam.

Menurut beberapa sumber..

Suatu saat Syeikh Maulana Ishak telah menikah dengan Putri Sekardalu, seorang putri dari kerajaan Blambangan yang selanjutnya melahirkan seorang bayi yang ketika dewasa dikenal dengan nama Sunan Giri yaitu salah satu Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa.

Melihat antusiasme para pengunjung Bukit Watu Dodol, bukan tidak mungkin pihak pengelola wisata termotivasi untuk meningkatkan fasilitas yang ada di lokasi ini untuk membuat betah para pengunjung. Salah satunya caranya mungkin dengan membuat semacam gardu pandang dari bahan-bahan yang alami seperti yang di Bukit Gancik Boyolali.

Jika Anda kebetulan melewati wilayah Watu Dodol, baik ketika datang ataupun pulang berlibur ke Banyuwangi, jangan lewatkan untuk mampir sejenak di Bukit Watu Dodol. Tidak terdapat kue dodol di sini, tapi Anda pasti puas dengan panorama yang ada disini.

Alamat Bukit Watudodol Banyuwangi

Gumukremuk, Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, 68455

Lokasi

Klik maps di atas untuk melakukan navigasi langsung ke lokasi tempat wisata.

Foto-Foto Bukit Watu Dodol Banyuwangi

Berikut ini gambar-gambar keindahan Watudodol yang pasti membuat Anda tertarik datang ke sana.

BUKIT WATU DODOL
Bukit Watudodol, Banyuwangi | Sumber : Catatanhobi.com
Bukit Watudodol, Banyuwangi | Sumber : Banyuwangibagus.com
Objek Bukit Watudodol, Banyuwangi | Sumber : Banyuwangibagus.com
Selfie di Bukit Watudodol Banyuwangi
Panorama di Bukit Watudodol Banyuwangi | Sumber : Banyuwangibagus.com

Video Explore Bukit Watu Dodol Banyuwangi

Untuk lebih mengetahui selengkapnya tentang wisata Bukit Watu Dodol ini, anda bisa melihat versi videonya di bawah ini.


Tertarik datang ke sana bersama orang-orang spesial di sekitar Anda?

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul

Air Terjun Sri Gethuk merupakan satu dari objek wisata di Gunungkidul yang layak untuk Anda kunjungi!

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul 2
Tempat Wisata Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul | Via : @choysaputra

Selama ini, Kabupaten Gunungkidul di provinsi Yogyakarta identik dengan gugusan bukit kapur. Tiada yang salah dengan persepsi ini.

Tetapi, justru di Gunungkidul terdapat tidak kurang dari 15 pantai Gunungkidul yang menawan, wisata goa yang unik dan panorama air terjun yang memikat.

Gunungkidul masih menyimpan potensi alam lainnya yaitu berupa aliran sungai yang membelah tebing-tebing yang tinggi. Salah satunya adalah Air Terjun Sri Gethuk ini.

Uniknya, aliran air terjun ini tidak mengenal musim, baik itu musim hujan ataupun kemarau panjang sekalipun air terjun tetap mengalir tanpa henti.

Tempat wisata satu ini memiliki keunikan alam yang sungguh sayang jika anda lewatkan, terutama ketika anda sedang berwisata ke Yogyakarta. Anda hanya harus menaiki kendaraan dan melintasi hutan kayu putih untuk dapat sampai di lokasi.

Di sebuah area pemancingan yang juga berfungsi sebagai lahan parkir, perjalanan menuju ke air terjun harus dilanjutkan dengan berjalan kaki.

Pesona Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul

Terdapat dua opsi jalan yang dapat dilalui, yang pertama menyusuri jalan setapak. Sepanjang perjalanan Anda akan menyaksikan bentangan sawah yang dihiasi lambaian nyiur kelapa.

Sementara opsi kedua yang cukup ekstrim, Anda harus melintasi derasnya Sungai Oya dengan rakit sederhana. Perjalanan menuju ke objek wisata Air Terjun ini akan sangat menyenangkan jika dilakukan di pagi hari, terlebih jika Anda memilih melintasi Sungai Oya.

Rakit di Sunga Oya Air Terjun Sri Gethuk
Panorama Menuju Air Terjun | Via : @wonderfuljogja

Di pagi hari, arus Sungai Oya terbilang tenang sehingga perjalanan dipastikan akan nyaman sambil menikmati hangatnya sapaan mentari pagi hari.

Di sepanjang aliran sungai ini, perdu dan belukar terlihat begitu hijau di tengah kokohnya tebing-tebing Karst pada sisi kanan dan kiri sungai.

Suara rakit yang menyibak jernihnya air seolah bergabung dengan nyanyian alam yang sungguh sangat menentramkan jiwa.

Mitos Air Terjun Sri Gethuk

Dibalik kepopuleran Air Terjun Sri Gethuk ini, terselip cerita yang berkaitan dengan lokasi serta penamaan air terjun ini. Menurut kisah lokal, Air Terjun Sri Gethuk adalah tempat khusus untuk menyimpan Kethuk.

Kethuk adalah sejenis alat musik atau gamelan milik makhluk halus, yaitu Jin Anggo Meduro.

Inilah asal muasal tentang penamaan air terjun ini yang diambil dari nama alat musik ataupun gamelan tersebut.

Hingga sekarang ini, pada waktu-waktu tertentu (katanya) masyarakat setempat sering mendengar alunan suara gamelan dari Air Terjun Sri Gethuk.

Pelangi di Air Terjun

Tidak lebih dari 15 menit melintasi Sungai Oya, Anda akan langsung tiba di lokasi Air Terjun Sri Gethuk. Gemuruh air terjun langsung terdengar di telinga, mengundang rasa penasaran untuk langsung menikmatinya dari dekat.

Batu-batuan indah di bawah air terjun tersusun menyerupai undak-undakan seperti tepian kolam renang di rumah-rumah mewah.

Ketika Anda memutuskan untuk lebih mendekat serta mandi di bawah air terjun ini, sejurus kemudian anda akan terasa seperti berada di negeri dongeng dimana air yang melimpah langsung mengguyur sekujur tubuh.

Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul
Pelangi di Air Terjun Sri Gethuk Gunungkidul | Via : @wonderfuljogja

Ketika musim hujan, Anda berkesempatan besar menyaksikan pelangi yang indah di Air Terjun Sri Gethuk. Pesona pelangi yang menghiasi air terjun ini seolah akan kita membawa pada kisah dongeng bidadari berselendang pelangi.

Sebenarnya, kawasan wisata Air Terjun ini sejatinya masih butuh pengembangan yang lebih serius dari pemerintah setempat. Sebab, air terjun yang indah ini mempunyai potensi besar menjadi destinasi wisata Gunungkidul yang sangat populer.

Mengapa? Karena panaroma alam yang sungguh alami serta keasrian sepanjang perjalanan ke lokasi terasa sungguh sangat menyenangkan.

Jam Buka Air Terjun Sri Gethuk

Anda bisa datang ke sana setiap hari!

Senin-Minggu dari pukul 08.00-16.00 WIB.

Harga Tiket Masuk Air Terjun Sri Gethuk

Harga tiket untuk memasuki air terjun Sri Gethuk cukup terjangkau. Detail biaya yang perlu  Anda keluarkan adalah sebagai berikut :

  • Biaya Masuk : Rp 10.000
  • Sewa Pelampung : Rp 5.000
  • Sewa Perahu/Rakit : Rp 30.000

Cukup adil bukan?

Rute Perjalanan ke Air Terjun Sri Gethuk

Jika Anda memulai perjalanan dari Kota Yogyakarta ke lokasi Air Terjun Sri Gethuk, Anda dapat mengambil arah ke Wonosari.

Ikuti jalan Jogja-Wonosari hingga tiba di pertigaan Gading. Di pertigaan tersebut, terdapat papan penunjuk arah serta ikutilah jalan sesuai dengan petunjuk arah tersebut hingga Anda sampai di daerah Playen.

Di daerah Playen, terdapat banyak sekali petunjuk arah menuju ke lokasi Air Terjun Sri Gethuk dan sejumlah objek wisata lainnya. Anda sebaiknya mengambil arah melalui jalan beraspal meski berjarak sedikit lebih jauh jika dibandingkan melalui jalan off-road.

Lokasi Tempat Wisata

Silakan klik link maps di bawah ini untuk melakukan navigasi ke Air Terjun Sri Gethuk.

Alamat : Jl. Air Terjun Sri Gethuk, Mungguran II, Bleberan, Kec. Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55861

Video Perjalanan & Dokumentasi

Masih penasaran dengan kondisi alam dan keindahannya? Simak video berikut ini.

Credit : dolandolen


Tertarik untuk mengunjungi satu dari air terjun di Gunungkidul yang masih alami ini?